Toyota Membangun Taksi Terbang, Kapan Mulai Beroperasi?

Toyota Membangun Taksi Terbang, Kapan Mulai Beroperasi?

Toyota Motor Co. mengucurkan investasi sebesar US$ 394 juta kepada Joby Aviation, industri wahana terbang yang bermarkas di Santa Cruz, California, Amerika Serikat. Investasi itu bertujuan menghasilkan taksi udara bertenaga listrik yang menerbangkan orang dari satu titik ke titik lainnya di kota dan sekitarnya.

Toyota adalah investor utama dalam pendanaan yang dibutuhkan Joby senilai US$ 590 juta. Adapun investor lainnya adalah Baillie Gifford, Global Oryx, Intel Capital, Grup Investasi Capricorn, JetBlue Technology Ventures, SPARX Group dan unit investasi Toyora sendiri, Toyota AI Ventures.

Kesepakatan itu, untuk saat ini, menjadikan Joby Aviation sebagai perusahaan wahana ‘eVTOL’ (electric vertical take-off and landing) yang pendanaannya paling mantap

Selain mengumumkan pendanaan, Joby merilis gambar pesawat prototipenya. Kendaraan itu terlihat seperti drone yang terlalu besar, dan menggunakan enam baling-baling listrik. Prototipe itu diklaim mampu terbang sejauh 240 km dengan sekali pengisian daya. Adapun kecepatannya diklaim bisa mencapai 320 kpj.

Taksi terbang itu dirancang untuk mengangkut empat penumpang dan seorang pilot, sebuah pendekatan yang berbeda dari para pesaingnya seperti Kitty Hawk, yang merilis produk ‘Cora’ dua kursinya untuk terbang secara mandiri, tanpa pilot di dalamnya.

Sebelumnya, pada bulan Desember 2019, Joby dan Uber mengumumkan kemitraan terpisah untuk bersama-sama memperkenalkan taksi udara Joby, dengan pelanggan yang memesan dan membayar penerbangan melalui aplikasi Uber.

Tantangan paling mendesak bagi Joby, yang kini memiliki sekitar 400 karyawan, adalah meraih sertifikasi dari Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) dan badan pengatur lainnya di seluruh dunia. Joby mengatakan ini adalah proses tiga hingga lima tahun yang sudah secara resmi dimulai pada 2018.

Selama beberapa tahun terakhir, badan keselamatan penerbangan Amerika maupun Eropa telah mendukung pengembangan taksi udara dan merilis regulasinya yang berbeda dengan aturan helikopter konvensional serta pesawat sayap tetap.

Banyak pekerjaan yang masih tersisa, termasuk pengaturan wilayah udara kota saat cuaca normal atau buruk, serta membangun infrastruktur fisik seperti bandara mini yang bisa mendukung lepas landas plus pengisian ulang baterai pesawat.

Joby mengatakan tahun 2023 hingga 2025 adalah target waktu untuk demonstrasi kecil. Barulah tahun 2035 memiliki armada operasional di mana-mana.

(Sumber dan foto: Bloomberg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *