Toyota 2000GT, Sportscar Pertama Asal Jepang yang Fenomenal

Toyota 2000GT, Sportscar Pertama Asal Jepang yang Fenomenal

Sportscar coupe berperforma tinggi yang bisa diandalkan untuk pemakaian sehari-hari. Hanya diproduksi sebanyak 351 unit oleh Toyota.

Sering kesuksesan balap grand prix F1 yang digelar di Jepang pada tahun 1963 dan 1964, segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan dunia motorsport di negara itu pun langsung melesat dengan cepat. Tak mengherankan jika para penggemar otomotif di Jepang saat itu meminta berbagai pabrikan mobil untuk mulai menciptakan produk-produk yang berperforma tinggi.

Guna menjawab antusiasme publik dan pergeseran selera pasar itu, Toyota terdorong memulai langkah baru dalam segmen otomotif yang dijelajahinya. Sekaligus untuk memperlihatkan kemampuan dan teknologi Toyota dalam menciptakan kendaraan, yang telah mereka lakukan sejak dekade 1930-an.

Toyota ingin mengembangkan produk yang nantinya menyasar segmen grand touring (GT). Guna merealisasikan rencana itu, Toyota menggandeng Yamaha untuk mendesain dan mengembangkan produk GT tesebut.
Tujuannya adalah menciptakan sportscar coupe berperforma tinggi yang praktis, namun tetap nyaman, serta dapat diandalkan untuk pemakaian sehari-hari.

Lantas jika pemiliknya ingin memakai mobil tersebut untuk kegiatan balap, bisa dilakukan cukup dengan sedikit sentuhan modifikasi saja. Karena mobil itu memang sudah memiliki karakter yang sportif sejak diciptakan.

Prototipe mobil GT kolaborasi Toyota dan Yamaha itu akhirnya ditampilkan di ajang 12th Tokyo Motor Show di musim gugur tahun 1965. Meski unitnya hanya ‘duduk manis’ di atas panggung, namun mobil berbodi alumunium dengan dua tempat duduk itu berhasil menebar sensasi ke mata dan batin setiap pengunjung pameran. Bahkan sejumlah pelanggan Toyota yang berasal dari kalangan papan atas, sangat menyukai mobil itu dan ingin segera membeli unit produksinya.

Toyota tidak ingin tergesa-gesa untuk segera menjual produk GT itu, karena masih banyak persiapan dan pengembangan yang harus dilakukan, sebelum konsumen dapat membelinya di lantai showroom.

Toyota pun memanfaatkan peluang emas setelah pameran di Tokyo tersebut. Selain mengembangkan dan menyempurnakan segala aspek dari unit prototipe yang sudah dibuat, Toyota juga mengikutsertakannya dalam ajang balap speed trials yang digelar di Yatabe High Speed Testing Course pada tahun 1966. Langkah ini tak lain untuk mendemonstrasikan peforma mobil itu.

Setelah mengikuti balap ketahanan selama 72 jam non-stop tersebut, mobil kombinasi kuning dan hijau itu mampu bertahan di bawah derasnya hujan dan mencatat kecepatan rata-rata sekitar 206 kpj pada setiap putaran sirkuit.

Hasilnya adalah 3 rekor dunia dan 13 rekor internasional dalam aspek kecepatan dan ketahanan. Semua itu menjadi bukti bahwa Toyota mampu menggabungkan teknologi modern dengan keandalan untuk sebuah mobil sportscar GT berperforma tinggi.

Selanjutnya adalah memasarkan unit produksi dari mobil tersebut. Bulan Mei 1967, Toyota memperkenalkan 2000GT untuk pasar domestik Jepang. Sportscar coupe berkode internal MF10 ini dibuat dalam jumlah sedikit dan menggunakan material yang eksotis di masanya, serta tingkat spesifikasi yang belum pernah diterapkan Toyota sebelumnya.

Toyota 2000GT memiliki bodi coupe yang amat rendah, hasil rancangan Jiro Kawano dan Saturo Nozaki. Bagian depannya panjang, fender depan berotot, sudut overhang depan pendek, dan atapnya fastback dengan pintu hatchback.

Banyak yang menganggap mobil ini terinspirasi dari bentuk Jaguar E-Type, namun desain 2000GT memiliki fitur yang tidak pernah ada pada mobil-mobil GT era tersebut. Ciri utama 2000GT adalah keempat lampu depannya, yakni sepasang terletak pada sisi grille dan sepasang lainnya beroperasi secara pop-up. Sedangkan lampu belakangnya diaplikasikan pada panel besi, bukan menempel langsung pada panel bodi.

Sementara itu, karakter interior Toyota 2000GT amat berbeda dengan gaya Toyota pada umumnya, karena condong ke desain interior mobil sport Eropa. Dashboard dengan penal kayu rosewood, lapisan kayu pada panel dashboard tengah dan console tengah, hingga lingkar setir yang terbuat dari material kayu. Bahkan terdapat opsi sistem AC untuk 2000GT.

Panel instrumen ditata seperti mobil GT pada umumnya, dengan dua indikator speedometer. Sedangkan lima indikator lainnya diletakkan di atas radio dan pada panel dashboard tengah tersebar beberapa switch kontrol.

Di balik kap mesinnya teronggok jantung mekanis 6-silinder DOHC berkapasitas 2,0 liter racikan Yamaha. Mesin yang mengambil basis dari Toyota Crown ini memiliki 3 unit karburator two-barrel Solex 40 PHH dan mampu menghasilkan tenaga maksimal 150 hp dengan torsi puncak 176 Nm.

Namun ada 9 unit Toyota 2000GT yang menggunakan mesin 6-silinder SOCH 2,3 liter bertenaga 140 hp, semuanya ditujukan khusus untuk pasar Amerika.

Toyota 2000GT menggunakan transmisi manual 5-speed dan opsi transmisi otomatis 3-speed di tahun 1969. Selain itu, guna mengimbangi performa mesin yang dihasilkan, Toyota memasang fitur limited-slip pada gardannya dan sistem rem cakram di keempat rodanya. Ini membuat Toyota 2000GT menjadi mobil Jepang pertama yang mengaplikasi kedua fitur tersebut sebagai perlengkapan standar.

Kemampuan Toyota 2000GT versi standar pun dianggap fenomenal saat itu. Akselerasi 0-100 kpj dapat ditempuh dalam 8,6 detik dan top speed mencapai 217 kpj. Performa itu langsung membuatnya disebut sportscar pertama asal Jepang. Predikat itu semakin diperkuat melalui kesuksesannya dalam ajang motorsport, seperti pada Fuji 24-Hour Race 1967 dan SCCA Production Car Race 1968.

(Dicukil dari artikel serupa di majalah Ascomaxx yang ditulis oleh Aldi Prihaditama)

(Foto-foto: Toyota)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *