Test Drive Toyota Supra, Sportscar Kencang, Berparas Keren, dan Fun to Drive

Test Drive Toyota Supra, Sportscar Kencang, Berparas Keren, dan Fun to Drive

Toyota GR Supra atau biasa disingkat Toyota Supra merupakan sportscar terbaru kebanggaan Toyota yang sedang hangat diperbincangkan di seluruh dunia.

Supra bukanlah nama untuk mobil yang baru rilis tahun 2019, melainkan nama yang sudah berkibar di dunia sejak tahun 1978 (Supra generasi pertama).

Kini Supra sudah memasuki generasi kelima. Supra lansiran anyar ini merupakan hasil kolaborasi Toyota dan BMW dalam sejumlah hal, seperti platform dasar dan basic mesin.

Menurut Rouli Sijabat, public relations manager PT Toyota Astra Motor (TAM), kerja sama dengan BMW hanya terkait arsitektur dasarnya. “Setting lainnya digarap masing-masing, seperti suspensi, steering, dan transmisinya,” ujar Rouli.

Selain itu, “Sportscar ini bukan dibuat untuk menjadi yang paling cepat, tetapi menjadi yang paling menyenangkan untuk dikendarai, supreme fun to drive,” imbuh Rouli.

Autoblarr berkesempatan menjajal sportscar ini di sirkuit Sentul pada tanggal 20 November 2019, dalam acara ‘Toyota Sportscar Media Experience’ yang digelar TAM.

Menurut pembalap Haridharma Manopo yang menjadi instruktur acara, “Mobil ini front engine (mesin di depan pengemudi) tapi terasa seperti mid engine (mesin diletakkan di belakang jok pengemudi), sehingga terasa sangat sportif. Itu karena posisi mesin dimundurkan 50 mm lebih dekat ke pengemudi.”

Mesinnya berkapasitas 3,0 liter (2.998 cc) dengan konfigurasi 6-silinder segaris. Untuk akselerasi yang lebih dahsyat, mesin itu dilengkapi sebuah turbo.

Tenaganya 335 hp dan disalurkan ke roda belakang via transmisi otomatis ZF 8-speed.

“Gigi 1-6 untuk performance, sedangkan gigi 7-8 lebih untuk efisiensi di track lurus yang panjang seperti jalan tol Trans Jawa,” ujar Rouli.

Supra menawarkan mode Sport dan Normal untuk damping (suspensi), steering, mesin, dan transmisi.

Rouli Sijabat, “Supreme fun to drive.”

BAGAIMANA RASA BERKENDARANYA?

Autoblarr mengendarai Supra melahap sirkuit sepanjang 4,3 km itu sebanyak beberapa lap, didampingi  Demas Agil, pembalap nasional yang tergabung ke dalam Toyota Team Indonesia (TTI).

Demas meminta Autoblarr merasakan lap dengan mode berkendara Normal dan di lap berikutnya dengan mode Sport.

Awalnya dirasakan perbedaannya tidak terlalu signifikan. “Sebab modenya dipindahkan ketika putaran mesin tinggi,” ujar Demas.

Benar saja, ketika mode Normal dipindahkan ke Sport saat mesin di putaran rendah, terasa betul akselerasi spontan mengentak secara signifikan. “Dahsyat!” teriak Autoblarr spontan.

Apa yang dikatakan Toyota tentang ‘fun to drive’ terbukti benar. Hampir tidak ada gejala understeer atau oversteer yang dirasakan ketika melahap tikungan dengan cepat.

Steering-nya terasa begitu akurat, mantap, serta mampu memberi feed back yang sempurna kepada pengemudi tentang grip roda terhadap permukaan jalan.

Bahwa Toyota mengatakan ini bukan sportscar terkencang, ternyata itu boleh dibilang sangat relatif. Sebab, di lintasan sirkuit Sentul, mobil ini mampu meraih kecepatan 205 km/jam di track lurus depan paddock hanya dengan pijakan gas yang kalem.

Bagaimana pun, ini adalah sportscar kelas dunia. Kecepatan dan akselerasinya tetaplah berisiko tinggi bagi pengemudi awam. Apalagi bila pedal gasnya dimainkan secara sembrono di jalanan umum. Supra lebih cocok untuk track day. Kencang dan fun to drive.

Blarr!

Kecepatan 205 km/jam diraih dengan mudahnya, dan itu bukan kecepatan tertingginya, alias masih bisa jauh lebih kencang lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *