Test Drive Toyota Fortuner TRD Sportivo: Pembuktian Premis Chris Bangle

Test Drive Toyota Fortuner TRD Sportivo: Pembuktian Premis Chris Bangle

Toyota Fortuner TRD Sportivo tersedia dalam dua varian di pasar Indonesia, yakni 2.4 VRZ AT (diesel) dan 2.7 SRZ AT (bensin).

Varian VRZ mengusung mesin diesel 2.393 cc (kode 2GD-FTV) dengan tenaga maksimum 150 PS dan torsi maksimum 400 Nm.

Sedangkan varian SRZ dibekali mesin bensin 2.694 cc (kode 2TR-FE) 4-silinder dual VVT-i dengan tenaga maksimum 163 PS dan torsi maksimum 242 Nm.

Yang kami ajak kencan kali ini adalah versi VRZ (diesel) dengan eksterior TRD Sportivo (faceliftnya sudah muncul di pameran GIIAS 2019, Juli lalu).

Komentar pertama yang terucap ketika akan mulai mengendarai mobil ini adalah, “Wah tinggi banget nih.” Memang diperlukan usaha sedikit lebih berat untuk naik ke dalam kabinnya, terutama bagi pria berpanjang kaki rata-rata orang Indonesia. Bagaimana kalau wanita? Ya, bayangkan sendiri sajalah.

Namun, itulah harkat sebuah SUV besar. Fortuner terlihat panjang dan tinggi, gagah, dan sangat percaya diri di tengah belantara jalanan. Setelah berhasil duduk di dalam kabinnya, perjuangan mendaki lantai yang tinggi tadi terbayar semua: rasa bangga.

Duduk di dalam posisi tinggi di jalan raya memang menimbulkan rasa bangga, dan tentu saja itu tadi: percaya diri. Pemandangan ke luar dari dalam kabin terasa luas, seolah tanpa halangan. Dan pengemudinya merasa enak mengontrol mobil ini di jalanan sempit sekalipun, karena gampang melihat sekitarnya. Untuk orang yang terbiasa naik sedan atau MPV, maka naik Fortuner adalah sebuah tamasya tersendiri: merasa keren dan jadi raja jalanan (tentu dibumbui handling mobil ini yang memang enak dan cekatan).

Dan anehnya, ketika penulis naik mobil jenis lain, bahkan SUV yang berukuran sedikit lebih kecil, pengendara lain tidak gampang memberi jalan, misalnya saat mau pindah lajur atau putar balik. Dengan Fortuner ini (warna putih, entahlah apakah warnanya berpengaruh) kebanyakan pengendara lain memperlambat lajunya dan seolah mempersilakan saya untuk mengambil kesempatan.

Bila dianalisis lebih mendalam mengapa hal itu bisa terjadi, maka penampilan mobil inilah faktor dasar yang menentukan segalanya. Pertama, penampilan Fortuner yang gagah dan keren membuat pengemudinya percaya diri dan itu terwujud di dalam cara membawa mobil (tidak tampak gerakan, laju, atau bahasa tubuh mobil yang ragu-ragu). Kedua, bahasa tubuh mobil yang keren dan tanpa keraguan berhasil menimbulkan respek di benak pengendara lain.

Bayangkan orang yang cara nyetirnya ragu-ragu atau tidak keren, biasanya akan sering diklakson atau disalip secara dadakan oleh mobil lain (bahkan bisa diplototin oleh pengendara motor).

Penulis pernah berbincang dengan Chris Bangle, eks kepala desainer BMW Group yang membawahi juga MINI dan Rolls-Royce. Dia mengatakan, “Desain mobil sangat mempengaruhi persepsi orang terhadap siapa dan bagaimana individu yang berada di dalamnya.”

Toyota Fortuner generasi kedua ini memiliki desain yang jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Bukan hanya membuat model pendahulunya tampak biasa saja (padahal tadinya keren banget), tapi sekaligus membuat desain kompetitor terdekatnya dari merek lain tampak ketinggalan zaman.

Penulis: M. Hasan, jurnalis otomotif 1997 sampai sekarang (alhamdulillah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *