Ternyata Sienta Mobil Ala Sepatu Trekking yang “Dicocokologi” ke Nusantara

Ternyata Sienta Mobil Ala Sepatu Trekking yang "Dicocokologi" ke Nusantara

“Cocokologi” itu berawal dari anggapan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang penting bagi Toyota Motor Corporation (TMC) di Jepang. Hal inilah yang mendasari pengembangan Sienta untuk pasar Indonesia.

Sienta diciptakan sebagai kendaraan keluarga dengan pintu geser (sliding door) yang pertama kali melakukan debutnya di bulan September 2003. Sienta generasi pertama ini mengambil basis dari Toyota Vitz. Namun Sienta model ini tidak dijual secara resmi oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) di Indonesia.

Kalau Anda sempat melihatnya di jalanan, kemungkinan besar unit tersebut masuk melalui fasilitas kedutaan atau via importir umum.

Di tahun 2015, Toyota memperkenalkan Sienta generasi kedua yang memiliki desain bodi yang sepenuhnya berbeda dengan pendahulunya. Jika Sienta generasi pertama punya bodi dengan bentuk agak bersudut, maka Sienta generasi kedua menawarkan desain eksterior yang amat atraktif dan terinspirasi dari bentuk sepatu trekking.

Pasar otomotif Indonesia yang semakin berkembang, dianggap menjadi salah satu negara yang penting oleh Toyota Motor Corporation di Jepang. Di antara negara-negara di dunia, pasar Indonesia menduduki posisi terbesar ke-4 setelah Amerika Serikat, China, dan Jepang.

Berkaitan dengan itu, ini yang tak kalah menarik, dalam pengembangan generasi kedua Sienta, Indonesia menjadi salah satu acuan dalam riset, survei, dan desain. Indonesia pun menjadi satu-satunya negara di luar Jepang yang diberi kesempatan mengembangkan sendiri Sienta sesuai dengan kondisi dan kebutuhan konsumennya.

Toyota Astra Motor (TAM) sudah terlibat dari awal, sehingga bisa memberikan masukan seperti apa kebutuhan konsumen di Tanah Air terkait Sienta.

Saat merumuskan konsep serta uji pengembangan Sienta, sejumlah masukan dari Indonesia telah disampaikan ke tim desainer Sienta di Jepang. Mulai dari interior yang harus nyaman untuk perjalanan jauh, maupun ketika sedang menghadapi kemacetan di lalu lintas kota-kota besar di Indonesia.

Selain itu, ground clearance yang tinggi menjadi hal yang mutlak untuk kendaraan di Nusantara. Agar perjalanan tetap nyaman melalui berbagai kondisi jalan, ground clearance Toyota Sienta produksi Indonesia lebih tinggi 25 mm dari versi Jepang, yakni menjadi 170 mm.

TAM memboyong Sienta generasi kedua ini masuk ke pasar otomotif Negeri Batik pada 7 April 2016. Peluncurannya dilakukan di ajang Indonesia International Motor Show 2016 dan mulai dijual resmi di berbagai dealer pada 26 Juni 2016.

Sienta diproduksi oleh Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di pabrik Toyota di Karawang, Jawa Barat. Mesin yang digunakan unit berkode 2NR-FE dengan kapasitas silinder 1,5 liter dan mekanisme katup dual VVT-i. Tersedia dua opsi transmisi, yakni manual 6-speed serta continuously variable transmission (CVT) dengan fitur 7-speed Shiftmatic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *