Ternyata Begini Cara Masak Indomie yang Enak Banget Seperti di Warung itu

Ternyata Begini Cara Masak Indomie yang Enak Banget Seperti di Warung itu

Jatuh cinta dengan Indomie racikan warung terjadi tahun 1991. Waktu itu masih kuliah di daerah Depok.

Biasanya malam-malam sekitar jam 23.00, kadang jam 24.00, jalan kaki dari kos-kosan di kawasan Kukusan menuju jalan raya Beji, di mana warung Indomie itu berada.

Warungnya sederhana banget. Tapi gak tau kenapa Indomie di situ enak banget. Ada sawinya, irisan cabai hijau, dan tentu saja telur yang direbus dalam keadaan dipecah.

Biasanya kami pesan Indomie rasa ayam bawang. Sang teman sukanya menambah saus botolan di atas Indomienya. Kalau saya tidak suka saus botolan, jadi ya gitu aja, kuah Indomie saya tidak memerah, melainkan tetap bening kekuningan.

Rasanya bagai makanan istimewa dari syurga. Enak banget deh. Lidah dan hati bertemu dalam harmoni yang susah dijelaskan dengan pikiran. Hangat… gurih… sedapp… lezaatt… Pokoknya enaakk bangeett!

Suka bertanya ke si amang (orang Sunda dia) kok Indomienya enak banget dan kalau kami bikin sendiri di rumah ortu tidak seenak ini. Cuma sesungging senyum tipis yang si amang berikan sebagai responsnya.

Sang teman pernah membahasnya di kos-kosan sekembalinya dari warung.

“Warung itu pakai tuyul kayaknya,” cetus sang teman.

Waktu berlalu, tahun demi tahun. Kami sudah lulus kuliah, lalu bekerja, berumah tangga, punya anak, dan sebagainya. Tapi tidak juga bisa bikin Indomie yang enak banget seperti di warung itu.

Istri tidak sanggup. Anak-anak yang beranjak remaja juga tidak sanggup. Indomie bikinan mereka tidak seperti yang di warung itu.

Keluarga menyuruh saya ke warung itu saja lagi. Tapi itulah masalahnya, warungnya sudah tidak ada.

“Ke warung Indomie yang lain saja, siapa tahu enaknya sama,” ujar mereka.

“Ah gak usah disuruh, sudah dicoba warung mana-mana, tapi rasanya gak seenak yang di Beji,” jawabku.

Tahun 2019, berarti 28 tahun sejak tahun 1991, keajaiban itu datang. Tanpa ada pertanda sebelumnya, saya ketemu orang yang tau caranya memasak Indomie yang enak banget. Dia adalah seseorang yang semasa mudanya pernah buka warung Indomie di Jakarta.

Memang dia bukan si amang Beji. Tapi resep dari dia saya coba-coba dan saya tambahkan beberapa inovasi, jadilah rasanya enak banget seperti Indomie yang saya jatuh cinta 28 tahun lalu.

Mau tau caranya?

Ini serius lho, bukan seperti ulasan berbagai website yang bilang enak karena makannya pakai mangkuk bergambar ayam jago, abang yang jualan sudah ahli, akibat nunggu jadi lapar, duduknya di bangku kayu, dan sebagainya. Ini resep mujarab sungguhan.

Gak usah penasaran. Ikuti langkah demi langkahnya di sini.

Pertama, gunakan air dari sumber alami yang bersih. Misalnya, air sumur bor dan air mineral kemasan. Hindari air pam, karena sudah dicampur obat pembersih yang akan mempengaruhi rasa.

Kedua, pastikan Indomie tidak kadaluwarsa dan kemasannya rapat (tidak bolong atau sobek).

Ketiga, cuci bersih daun sawi, cabai (boleh cabai rawit atau cabai jablay), dan cangkang telurnya.

Keempat, siapkan mangkuk. Tuangkan semua bumbu Indomie ke dalam mangkuk. Lalu iris cabai sesuai selera (pedas atau sedang) dan masukkan ke dalam mangkuk. Bisa juga cabainya tidak diiris, melainkan diulek di dalam mangkuk. Kemudian tambahkan sedikit lada bubuk.

Kelima, rebus air secukupnya sampai mendidih, lalu masukkan telur (dipecahkan). Diamkan sejenak sampai putih telur berwarna putih (tidak bening seperti waktu baru dipecahkan).

Keenam, masukkan mie dalam empat potongan, agar nanti saat disajikan tidak terlalu menggumpal dan susah disendoknya. Disusul cemplungkan daun sawi yang sudah dipotong-potong.

Ketujuh, ini rahasianya, tingkat kematangan mie HARUS PAS pada saat disajikan. Jangan mentah, tapi jangan pula kematangan. Sekali lagi harus pas. Caranya adalah segera mengangkat mie dari panci rebusan begitu sudah setengah matang.

Kedelapan, mie setengah matang digabungkan dengan bumbu bawaan Indomie, cabai, telur, sawi, dan lada di dalam mangkuk.

Kesembilan, ini juga rahasianya, tuang air rebusan Indomie ke dalam mangkuk, dengan prinsip jangan kebanyakan tapi jangan juga kekurangan. Kalau lebih, rasa akan kurang greng. Kalau kurang, rasa akan keasinan. HARUS PAS.

Kesepuluh, mie yang tadi setengah matang, kini menjadi sedikit lebih matang di dalam mangkuk, karena disiram air rebusan tadi. Inilah kondisi kematangan mie yang PAS.

Kesebelas, aduk mie dengan bumbu, cabai, lada, sawi, dan telur di dalam mangkuk. Hindari terlalu lama mendiamkan sajian ini. Segeralah disantap. Cobalah mendiamkannya terlalu lama, maka keadaan bisa jadi kacau, karena mie akan melembek, dan gagal semua rasa yang seharusnya didapatkan.

Tingkat kematangan mie yang pas jadi kunci kelezatan ketika gigi-gigi kita mengunyahnya, gusi-gusi kita menyentuhnya, dan lidah kita merasakannya.

Keduabelas, disantap sambil ditaburi bawang goreng, lalu ditemani kerupuk, bakwan garing, kacang atom, dan sebagainya sesuai selera.

Indomie ini berhasil dimasak dengan cara itu dan hasilnya enak banget. Luar biasa. Tuhan Maha Besar telah menciptakan lidah dan khasanah rasa dari bahan-bahan yang Dia ciptakan di alam ini.

Selamat mencoba!

(Penulis: M. Hasan, wartawan, pemerhati kuliner)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *