Sherry Jolieca Remaja Cool dari Ibu yang Keren: Elisya Olive

Sherry Jolieca Remaja Cool dari Ibu yang Keren: Elisya Olive

Memandang wajahnya, kita bukan hanya melihat kecantikan alami. Tetapi juga aura tenang dan batin yang adem. Itulah Sherry Jolieca Modigliani Siwy, gadis berusia 14 tahun, yang cukup memiliki prestasi untuk dibanggakan.

Pada tahun 2017 ia masuk audisi The Voice Kids Indonesia dan pada tahun 2018 masuk audisi SM Entertainment. Selain itu, Sherry bermain di beberapa sinetron dan terlibat pula di sejumlah iklan televisi. Sebut saja misalnya sinetron Kecil-Kecil Juragan Kontrakan, Senandung, iklan Gerry Salut, serta iklan susu Dancow.

Meski terlibat di dalam kegiatan khas remaja seperti berperan di dalam sinetron dan iklan, Sherry tidak melupakan tugas pokoknya sebagai remaja, yakni belajar di sekolah. Siswi SMP Al Azhar Syifabudi Cibinong, Bogor, Jawa Barat, ini termasuk yang menonjol pula secara akademik di sekolah. Tak ketinggalan, ia juga aktif di kegiatan ekskul Paskibra dan panahan.

Serupa dengan kebanyakan remaja lain, pemilik akun Instagram (IG) @sherry_jolieca ini suka bermain gitar, mengidolakan Dakota Fanning, Shailene Woodley, dan penyanyi Black Pink Jojo Siwa. Namun Sherry juga sangat gemar membaca buku, termasuk membaca ensiklopedia yang tebal-tebal itu.

Sherry Jolieca adalah putri dari Elisya Olive, seorang wanita karier yang sukses dan juga aktivis di sebuah partai politik besar. Olive juga pendiri komunitas bernyanyi Knife and Roses (KNR) yang di dalamnya bergabung Vitalia Shesya, Jane Shalimar, Danira, dan beberapa artis lainnya.

Gaya cool Sherry agaknya diturunkan dari sang ibu yang juga selalu tampak tenang dan adem di berbagai kesempatan.

Kami sempat berbincang dengan mereka berdua. Dan menemukan sejumlah insight mengenai hubungan ibu-anak, dan kiat mengarahkan seorang remaja agar menjadi kebanggaan orang tua maupun lingkungannya.

Betapa tidak, ketika di masa kini dengan mudah kita temukan info dan fakta soal berbagai kenakalan remaja, dan juga orang tua yang tidak amanah, justru pada pasangan ibu-anak yang cool ini kita menemukan semacam oase yang menyejukkan.

Berikut cuplikan perbincangannya, yang bisa menjadi inspirasi bagi remaja dan orang tua di mana pun.

Bernyanyi dengan suara emasnya

Hubungan Anda dengan ananda Sherry termasuk sangat intens atau biasa saja?

Hubungan kami sangat dekat dan intens.

Tapi kan Anda termasuk wanita yang sibuk.

Saya selalu menyempatkan diri untuk berbincang dan berbagi cerita perihal kegiatan sehari hari. Kami pun membahas apa saja kendalanya, sambil mencari solusinya bersama.

Bagaimana filosofi Anda dalam mendidik anak?

Saya sebisa mungkin memberikan ruang untuk berkreasi bagi anak. Lebih baik ia mengenal dunia luas, tetapi tetap di koridor agama (mereka beragama Islam).

Sherry dan sang ibunda: Elisya Olive, sibuk tapi dekat

Apakah Anda memberikan target kepada Sherry untuk menjadi sesuatu atau membiarkan ia mencari tujuannya sendiri?

Ada target untuk hal hal tertentu, misalnya soal disiplin waktu dan pencapaian dalam prestasi akademis. Tapi di sisi lain saya tidak menghalanginya untuk meraih apa yang ia sukai.

Apakah ada hal-hal tertentu yang dilarang oleh Anda agar tidak dilakukan oleh Sherry?

Tentu saja ada. Misalnya Sherry tidak boleh pergi tanpa sepengetahuan saya, sekalipun bersama supir. Semua harus jelas, mau ke mana dengan siapa dan apa yang akan dilakukan.

Anak Anda sudah remaja, bagaimana memberi pengarahan mengenai pergaulan remaja masa kini?

Saya selalu menanamkan sekaligus memberi arahan tentang pergaulan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Contohnya, untuk remaja seusia Sherry, tidak saya izinkan pergi berdua dengan lawan jenis, kecuali beramai-ramai dengan teman-temannya.

Sherry belajar sendiri atau ada bimbingan khusus seperti les pelajaran?

(Sherry) Ada beberapa les yang saya ikuti, namun selebihnya saya memang sangat gemar membaca.

Apakah Sherry juga aktif di dalam kegiatan ekskul sekolah?

(Sherry) Iya, saya aktif di panahan dan juga Paskibra.

Apa pendapat Sherry mengenai bullying di sekolah? 

(Sherry) Bullying sangat membuat tidak nyaman. Saya selalu berusaha menempatkan diri dengan baik dalam bergaul, sehingga meminimalisir untuk menjadi sasaran pembulian.

Sherry setuju atau tidak dengan larangan membawa ponsel ke sekolah? Sebutkan alasannya.

(Sherry) Tidak setuju kalau dilarang sama sekali, karena bagaimana pun siswa perlu berkomunikasi dengan orang tua. Di sekolah saya, diperbolehkan membawa ponsel, namun dititipkan kepada guru saat pelajaran berlangsung.

Setelah menyimak perbincangan itu, bukankah kita mendapat banyak insight? Ya, tentu saja, misalnya bagaimana seorang ibu mengarahkan anaknya tanpa membuat anak merasa dikekang. Ada kebebasan yang diberikan, namun ada pula batasan yang dipegang. Akan tetapi, yang terpenting adalah jalinan kedekatan yang intensif di antara mereka.

Itulah benteng terkuat yang melindungi mereka, sekaligus memberi kekuatan bagi keduanya untuk mengarungi dunia ini dengan cool dan keren. Blarr!

Sherry sangat menyayangi adiknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *