Seru Pelarian Carlos Ghosn dari Jepang yang Kini Buronan Interpol

Seru Pelarian Carlos Ghosn dari Jepang yang Kini Buronan Interpol

Carlos Ghosn, mantan pimpinan industri mobil Nissan dan Renault yang didakwa dalam kasus keuangan di Jepang, berhasil melarikan diri dari Negeri Sakura pada 29–30 Desember 2019. Diketahui Ghosn kini berada di Lebanon, negeri di mana ia dibesarkan.

Di Lebanon, Ghosn memiliki sejumlah investasi dari otomotif, bank, real estate, hingga kebun anggur. Ghosn juga dipuja publik Lebanon karena kesuksesan internasionalnya sebagai pimpinan industri mobil dunia sedikit banyak telah mengangkat citra Lebanon. Selain memegang paspor Lebanon, Ghosn juga memiliki paspor Prancis dan Brasil (Ghosn lahir di Brasil pada 1954).

Ia sebelumnya ditempatkan di tahanan penjara oleh otoritas Jepang, negeri tempat ia berkantor sebagai pimpinan aliansi Nissan-Renault, dan tempat kasus keuangannya didakwakan. Namun kemudian ia diberi kelonggaran menjadi tahanan rumah. Di saat itulah ia bisa melarikan diri (diduga dibantu pihak tertentu) menuju bandara, lalu naik pesawat jet pribadi menuju Turki, dan kemudian berganti pesawat jet pribadi menuju Lebanon. Ghosn dikabarkan mencapai Lebanon pada dini hari 30 Desember.

Diberitakan oleh Reuters, Lebanon telah menerima surat perintah penangkapan Ghosn dari Interpol pada hari Kamis (2 Januari 2020). Sementara itu, Turki melakukan penyelidikan atas pelarian Ghosn dari Jepang ke Lebanon melalui Istanbul.

Ghosn menjadi buron polisi internasional setelah ia mengungkapkan pada hari Selasa (31 Desember) bahwa ia telah melarikan diri ke Lebanon untuk menghindar dari apa yang ia sebut sebagai sistem peradilan “curang” di Jepang, di mana ia menghadapi dakwaan terkait dengan dugaan penyimpangan keuangan.

Sumber yang dekat dengan Ghosn mengatakan penundaan sidang dan larangan komunikasi yang ketat dengan istrinya, telah memotivasi Ghosn untuk memakai perusahaan keamanan swasta untuk menyelundupkannya keluar dari Jepang melalui jet pribadi.

Menurut spekulasi yang beredar di internet, Ghosn mengundang sekelompok musisi untuk memainkan lagu-lagu di rumahnya di Jepang. Setelah para musisi selesai bermain, Ghosn masuk ke dalam kotak alat musik berukuran besar (tinggi badan Ghosn 167 cm). Para musisi yang diduga paramiliter bayaran itu kemudian bergegas ke bandara dan menerbangkan Ghosn memakai jet pribadi.

Lingkungan tahanan rumah Carlos Ghosn

Seorang pejabat senior keamanan Lebanon mengatakan kepada Reuters, belum jelas apakah Ghosn akan dipanggil untuk ditanyai atas surat perintah Interpol itu. Tetapi pejabat itu mengatakan Lebanon tidak akan mengekstradisi warganya ke negara-negara asing. Terlebih lagi Lebanon tidak punya perjanjian ekstradisi dengan Jepang.

Sumber yang dekat dengan Ghosn mengatakan dia bertemu dengan Presiden Lebanon Michel Aoun tak lama setelah tiba di Beirut dan disambut dengan hangat, meskipun presiden membantah pertemuan seperti itu.

Sementara itu, menteri pertahanan Lebanon Elias Bou Saab mengatakan pihaknya tidak memainkan peran resmi dalam pelarian Ghosn dari Jepang.

Adapun polisi Turki pada hari Kamis (2 Januari) menahan tujuh orang, termasuk empat pilot, sebagai bagian dari penyelidikan atas penerbangan Ghosn ke negara itu. Tahanan lainnya adalah dua staf bandara dan satu pekerja kargo.

Sumber-sumber yang dekat dengan Ghosn mengatakan dia memutuskan melarikan diri setelah mengetahui bahwa persidangan kedua ditunda sampai April 2021.

“Mereka mengatakan bahwa mereka perlu satu tahun lagi untuk mempersiapkannya. … Dia sedih karena tidak bisa melihat atau berbicara dengan istrinya,” kata salah satu sumber yang dekat dengan Ghosn. Permintaan untuk melihat atau berbicara dengan istrinya selama Natal juga ditolak.

Dalam komentar publiknya yang kedua sejak mendarat di Beirut, Ghosn mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keluarganya tidak memainkan peran apa pun dalam pelariannya dari Jepang. “Aku sendiri yang mengatur kepergianku,” katanya.

Ghosn pertama kali ditangkap di Tokyo pada November 2018 dan menghadapi empat dakwaan atas dugaan kejahatan keuangan termasuk menyembunyikan pendapatan dan memperkaya dirinya sendiri melalui pembayaran ke dealer mobil di Timur Tengah. Dia menyangkal tuduhan itu.

Lembaga penyiaran publik Jepang NHK mengatakan pada hari Kamis bahwa pemerintah Jepang mengizinkan Ghosn untuk membawa paspor Prancisnya saat di tahanan rumah. Inilah yang menjelaskan bagaimana ia berhasil melarikan diri meskipun paspor lainnya dipegang oleh pengacara Jepang.

Tidak ada seorang pun yang bisa dihubungi untuk dimintai komentar di kantor pengacara Ghosn (Junichiro Hironaka), di kedutaan Prancis di Tokyo, atau di Kantor Jaksa Penuntut Umum Distrik Tokyo.

Ghosn termasuk selebritas bisnis yang dipuja di Jepang. Ia adalah eksekutif yang berhasil menyelamatkan Nissan dari perusahaan yang merugi menjadi untung. Dan orang Jepang sangat menghormati orang dengan kemampuan bisnis seperti itu. Bahkan kisah hidup Ghosn juga pernah dijadikan komik di Jepang.

Kini Ghosn membuka babak baru kisah “komik” hidupnya: menjadi buronan polisi namun dilindungi pemerintah negeri kelahirannya.

(Sumber dan foto: Reuters)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *