Sate Maranggi, Salah Satu Sarapan Terbaik di Dunia

Sate Maranggi, Salah Satu Sarapan Terbaik di Dunia

Tentu saja, sarapan terbaik di dunia yang dimaksud di sini bukanlah secara klinis, melainkan pernyataan subyektif, bahkan rekreatif. Ya, sebab sesekali kita berhak menyenangkan diri dengan memanjakan persepsi.

Tentu saja, persepsinya masih bisa diterima akal sehat. Misalnya, daging marangginya memang kualitas terbaik, dibumbui dengan benar, teksturnya empuk, rasanya lezat, dan tentu saja bersih. Wajar kalau kita merasa makan maranggi yang berkualitas boleh jadi merupakan “sarapan terbaik di dunia”.

Bayangkan makan maranggi, plus nasi hangat, atau ketan bakar, ditambah sambal oncom lezat, di daerah pegunungan dengan hawa dingin. Katakanlah di Puncak, Hanjawar, Cipanas, atau Beunying (semuanya di Jawa Barat, di mana di berbagai daerah itu bertebaran warung sate maranggi); atau di daerah sejuk di sekitar tempat tinggal Anda di mana pun. Namun, matahari sudah bersinar hangat sekitar jam setengah delapan pagi. Wow!

Jadi memang bukan cuma soal daging sapi yang dibakar jadi sate. Ini juga soal makan di mana, bahkan makan sama siapa.

Nah, bayangkan lagi, makannya sama keluarga atau para sahabat. Sambil ngobrol asyik sana-sini. Wow!

Idenya memang cuma makan apa, di mana, dan sama siapa. Tapi ketiga unsur itu benar-benar bisa membentuk persepsi kita tentang hidup saat itu. Jadi jangan biarkan kita sarapan asal-asalan. Mari kita selalu men-setting acara sarapan kita, agar hari ini berjalan indah.

Salah satunya, makan maranggi. Bisa juga bubur ayam, nasi uduk, lontong sayur, atau apa pun. Tapi ingat, makan di mana dan sama siapa.

Selamat bikin setting-an. Blarr!

(Penulis: Saeful Bahri)

(Foto: Koresponden)

Daging sapi terbaik tanpa lemak… Hmm, sedaapp…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *