Sangat Populer, Sop Kambing Bang Hasan Kumis Bogor, Apakah Memang Enak?

Sangat Populer, Sop Kambing Bang Hasan Kumis Bogor, Apakah Memang Enak?

Kebayakan akhir pekan digunakan orang untuk berlibur. Dan liburan tak bisa lepas dari jajan (wisata kuliner). Sop kambing Bang Hasan Kumis di Jl. Pajajaran, Bogor (lokasi persisnya bisa Anda search di Google Map) sangat populer. Koresponden Autoblarr pun penasaran dan ingin mencicipinya: apakah sop kambingnya seenak nama besarnya?

Mudah menemukan tempat makan ini karena tercantum di Google Map. Letaknya yang di tepi jalan raya utama kota Bogor pun membuat konsumen tidak susah mencapainya. Area parkir mobil tersedia, meski tidak terlalu luas. Kalau parkir penuh, bisa nitip mobil di kawasan ruko yang ada di sebelahnya. Tukang parkir ada yang siap untuk membantu.

Ada area parkir, meski tak terlalu luas

Masuk ke dalam warung, terasa kesan luas. Tidak seperti warung sop kaki kambing lainnya yang biasanya sempit. Jajaran potongan daging yang ditaruh di dalam wadah plastik (bukan baskom, padahal baskom lebih eksotis) langsung menyambut dan menggugah selera. Bau kuah santan panas yang mengepulkan asap benar-benar bikin selera makan naik.

Posisi duduk nyaman karena jarak antar meja renggang

Koresponden Autoblarr mengambil empat potong daging kepala kambing (tak lupa mengambil mata kambing sebagai bagian tubuh kambing terlezat).

Tak lama kemudian semua itu sudah tersaji di meja lengkap dengan kuah santan yang panas, dan ada emping melinjo yang sudah dicemplungkan ke dalam mangkuk. Ditambah sepiring nasi yang diimbuhi bawang goreng. Tinggal menambah acar dan sambal.

Kuah terlalu banyak dan rasanya terlalu manis

Apakah seenak nama besarnya? Hmm, dalam kondisi lapar saat menyantapnya, seharusnya sop kambing ini lezat luar biasa. Bahkan koresponden Autoblarr membayangkan sop kambing ini lebih enak ketimbang sop kambing di tempat lain. Namun, kenyataannya, berikut ini penilaian subjektifnya:

Minus:
– Kuah terlalu manis, dan rasa rempah kurang dominan, bahkan rasa santan agak memudar.
– Aroma kambing belum hilang total pada beberapa potongan daging.
– Acar tidak istimewa, dan rasanya tidak bersinergi dengan kuah santan.
– Sambal kurang pedas dan tidak menyumbang kepada rasa.
– Emping terlalu asin.
– Harga relatif mahal, 4 potong bagian kepala kambing, nasi, dan sebotol sedang Aqua ditagih Rp 60.500.

Plus:
– Daging empuk.
– Wadah banyak dan memisahkan bagian-bagian kambing, sehingga konsumen gampang memilih.
– Ada pilihan daging sapi.
– Ada menu sate kambing.
– Pelayanan cepat.
– Tempat bersih dan luas.
– Jarak antar meja renggang.
– Ada area parkir mobil meski tidak luas.

POIN:

Rasa = 7

Tempat = 8

(Skala 1–10)

KOMPETITOR RASA KUAT:

Sop kambing Tiga Saudara di seberang Taman Makam Pahlawan Kalibata.

(Penulis: Moelia S., praktisi dan pemerhati kuliner)

Catatan: Rasa seringkali bersifat relatif. Penilaian atau komentar penulis adalah hal yang subyektif, serta tidak bermaksud mendiskreditkan pihak tertentu atau memberi kredit berlebih kepada yang lain. Artikel kuliner di Autoblarr hanyalah sebuah referensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *