Proses Ganti Warna Kendaraan Apakah Rumit?

Proses Ganti Warna Kendaraan Apakah Rumit?

Di mana inti masalah perubahan cat kendaraan kita? Apakah soal syarat-syarat kelengkapan atau soal lain?

Terkadang kita merasa bosan dengan warna mobil atau motor yang sudah beberapa tahun menemani keseharian.

Beberapa orang berusaha mewujudkannya dengan mendatangi bengkel cat mobil atau motor.

Semprot sana semprot sini, berubahlah warna kendaraan kesayangan. Rasa puas dan bangga menyelimuti karena merasa beda dari yang lain, dan tentu saja penampilan baru yang segar.

Silakan klik gambar Toyota Fortuner terbaru ini untuk informasi lengkapnya (versi mobile)

Apakah sesederhana itu?

Ternyata tidak. Sebab warna baru itu berbeda dengan keterangan yang tertera di STNK dan juga BPKB. Pasti jadi masalah bila dihentikan polantas saat ada razia. Kemungkinan besar kendaraan akan disita.

Baca juga: Awas! E-Toll Card Expired Kalau Kelamaan di Rest Area

Solusinya adalah menyamakan warna baru itu dengan keterangan di STNK dan BPKB.

Silakan klik gambar Toyota Fortuner terbaru ini untuk informasi lengkapnya (versi desktop)

Caranya?

Menurut Kepolisian RI, sebagaimana dirilis di situs TMC Polda Metro, pemilik mobil harus memberitahukan perubahan warna itu ke kepolisian dan juga pihak pajak.

Syarat untuk mengurusnya adalah:

1.    Identitas diri
a.    Perorangan:
Identitas diri yang sah (KTP, SIM, KK, paspor) dan bagi yang berhalangan melampirkan surat kuasa bermaterai cukup
b.    Badan Hukum:
Salinan akte pendirian, keterangan domisili, surat kuasa bermaterai cukup yang ditandatangani oleh pimpinan dan dibubuhi cap badan hukum yang bersangkutan
c.    Instansi pemerintah (termasuk BUMN dan BUMD):
Surat tugas/surat kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani oleh pimpinan serta dibubuhi cap instansi yang bersangkutan.

2.    STNK asli dan foto kopi, serta BPKB asli dan foto kopi

3.    Bukti pelunasan PKB/BBNKB tahun terakhir

4.    Bukti hasil pemeriksaan cek fisik kendaraan bermotor

5.    Surat keterangan bermaterai dari bengkel/karoseri yang mengubah warna

6.    Dokumen lain yang berkaitan dengan proses ganti warna

Baca juga: Harga Bensin Naik Lagi, Ini Kiat Biar Hemat

KESAKSIAN MASYARAKAT

Berbagai syarat di atas sebenarnya tidak sulit untuk dipenuhi. Namun kenyatannya ada saja keluhan masyarakat mengenai rumitnya mengurus perubahan warna kendaraan.

Baca juga: Kisah Anak Prabowo Subianto Merancang BMW Seri 7

“Bengkelnya harus yang punya izin lengkap, punya SIUP, dan juga NPWP. Biasanya bengkel besar yang surat keterangannya mudah diterima oleh pihak kepolisian,” ujar seorang anggota grup FB berbagi pengalaman.

Bengkel yang punya izin lengkap akan mudah merilis surat keterangan dan dipercaya polisi (Foto: salessuzukimedan)

Wajar bila surat keterangan ini ketat pengawasannya. Hal ini untuk mencegah para pencuri kendaraan begitu mudah mengganti cat di bengkel abal-abal, lalu mengurusnya ke kepolisian dengan surat bengkel palsu.

Di bengkel resmi atau bengkel besar, biasanya setiap mobil akan diminta STNK-nya bila melakukan servis, apalagi bila sampai ganti cat. Nah, mobil curian tentu tidak ada STNK-nya.

Jangan lewatkan: Kabar Terakhir Soal Pergantian Warna Plat Nomor Kendaraan di Indonesia Menjadi Putih

“Saya pernah mengubah cat di bengkel resmi Daihatsu, dan menyerahkan pengurusan STNK-nya kepada pihak bengkel sampai keluar STNK barunya,” tutur netizen yang lain.

Artinya, ia menyerahkan pengurusan surat-suratnya kepada bengkel resmi (bengkel dealer), sehingga satu paket: ubah cat sekalian ubah keterangan di STNK dan BPKB. Cara ini tentu lebih praktis.

Sedangkan bagi Anda yang punya waktu dan ingin mengurus sendiri, perhatikan pendapat warganet berikut ini.

“Yang susah kayaknya nyari surat keterangan bengkelnya, yang punya izin dinas perindustrian, SIUP, dan NPWP kalau tidak salah. Sisanya cuma KTP, STNK, dan BPKB.”

Baca juga: Wuling Almaz Termasuk SUV yang Kurang Tenaga?

Ada juga yang bercerita bahwa mengurus sendiri perubahan warna kendaraan cukup menyita waktu.

“Ane pernah ngurus di Samsat (Dispendasu) dan mungkin tiap daerah punya kebijakan sendiri. Persyaratan: KTP, STNK + PAJAK, BPKB, cek no rangka dan mesin, kwitansi bengkel yang menerangkan bahwa nopol tersebut telah diubah warnanya dari warna… menjadi warna… plus stempel bengkel. Hanya prosesnya agak panjang.
Lapor ke registrasi TNKB untuk cek fisik kendaraan, mengisi form lapor ke Kauregident untuk acc ubah warna, dan juga lapor ke Dispenda untuk acc ubah warna. Setelah itu tinggal ikut alur aja. Mau padat singkat, pakai biro jasa, tapi biaya lumayan besar…”

Baca juga: Begal Marak Lagi, Begini Cara Ilmu Bela Diri yang Benar Selamatkan Kita

RISET KECIL-KECILAN

Intinya adalah mencari cara yang paling efisien dari segi biaya, waktu, dan tenaga. Oleh karena itu, lakukan riset kecil-kecilan lebih dulu. Misalnya, menelepon beberapa biro jasa, lalu bandingkan biaya di antara mereka. Yang paling murah dan bisa dipercaya (alamat jelas dan reputasi baik) kita jadikan kandidat.

Lakukan riset juga via medsos (misalnya grup WA atau grup Facebook) dengan menanyakan pengalaman rekan-rekan yang pernah mengganti warna cat kendaraan, baik dari segi biaya atau pun efektivitas.

Bila ingin mengurus sendiri, sebaiknya juga lakukan riset dahulu. Seperti disinggung di atas, setiap daerah bisa berbeda cara, biayanya, dan detailnya, meski syarat-syarat pokoknya sama (sesuai peraturan).

Baca juga: Kecelakaan Motor Tidak Lazim ini Layak Jadi Pelajaran

Dan akhirnya, pastikan hasil pengecatan sesuai harapan kita. Jangan sampai warna mobil tidak sesuai harapan, eh mengurus administrasinya pun repot.

Dalam hal ini, kredibilitas dan kualitas bengkel cat sangatlah perlu diperhatikan. Bukan hanya soal administrasi STNK dan BPKB. Blarr!

Baca juga: Cara masak Indomie yang enaknya seperti di warung Kuningan

BIAYANYA?

Sejauh penelusuran Autoblarr, minimal di angka Rp 350 ribu bila segalanya diurus sendiri. Namun bisa bertambah bila menggunakan biro jasa atau jasa apa pun (orang dalam dan sebagainya).

Adapun standar waktu menunggu untuk perubahan warna di STNK sekitar dua pekan. Sedangkan perubahan BPKB sekitar 3 bulan.

Mengurus sendiri ke Samsat bisa dilakukan, tapi menyita waktu (Foto: BPRD DKI)

Anda punya kesaksian lain? Silakan isi kolom komentar untuk berbagi pengalaman. Monggo…

(Foto utama: Toyota Makassar)

Baca juga: Sony Seorang Guru Mengemudi, tapi Mengapa Diancam Dibunuh, Diculik, Pernah Dikepung, bahkan Pohon Dirobohkan Agar Dia tidak Bisa Pulang?

* Silakan klik logo Autoblarr di atas untuk kembali ke home page dan memilih berbagai artikel menarik lainnya.

2 Comments


  1. Min ulas juga kira kira biayanya berapa? Biar cadi acuan dasar bagi yang ingin merubah warna kendaraanya

    Ya kadang kadang kita ga ngeh, main cat sendiri sedangkan surat surat tidak dinperhatikan, saat jalan kena tilang deh

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *