Perubahan Iklim Akibat Pemanasan Global, Ini yang Terjadi 27 Tahun Terakhir

Perubahan Iklim Akibat Pemanasan Global, Ini yang Terjadi 27 Tahun Terakhir

Dunia jadi lebih panas di banyak tempat, dan kita menyaksikan ratusan bencana akibat cuaca ekstrem. Api telah membakar banyak permukaan Bumi, es kutub telah mencair, dan lautan telah naik. Bila keadaan ini berlanjut, maka kehidupan manusia di Bumi akan terganggu lebih parah.

Perubahan iklim karena pemanasan global telah terjadi. Meski banyak orang yang memilih tetap mengabaikannya, dan menganggap semua baik-baik saja.

Padahal sesuatu yang besar sedang terjadi. Sejak konferensi diplomatik PBB pertama untuk mengatasi perubahan iklim digelar di Rio de Janeiro, Brasil, pada tahun 1992, inilah yang terjadi pada Bumi sejak saat itu:

– Tingkat karbon dioksida (CO2) di udara telah melonjak dari sekitar 358 ppm (parts per million) menjadi hampir 412 ppm, menurut Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA). Itu kenaikan 15% dalam 27 tahun.

– Emisi karbon dioksida yang memerangkap panas dari bahan bakar fosil dan industri melonjak dari 6,06 miliar metrik ton karbon pada tahun 1992 menjadi 9,87 miliar metrik ton pada tahun 2017, menurut Proyek Karbon Global. Itu peningkatan 63% dalam 25 tahun.

– Suhu rata-rata global naik lebih dari satu derajat Fahrenheit (0,57 derajat Celcius) dalam 27 tahun, menurut NOAA.

– Sejak 1 Januari 1993, ada 212 bencana cuaca yang menyebabkan Amerika Serikat sedikitnya rugi $ 1 miliar dari setiap kejadian (disesuaikan dengan inflasi). Secara total, AS rugi $ 1,45 triliun dan bencana menewaskan lebih dari 10.000 orang. Itu rata-rata 7,8 bencana per tahun sejak 1993, dibandingkan dengan 3,2 per tahun dari 1980 hingga 1992, menurut NOAA.

– Indeks Iklim Ekstrem A.S. hampir dua kali lipat dari tahun 1992 hingga 2018, menurut NOAA. Indeks memperhitungkan suhu yang jauh dari normal, kekeringan, dan hujan deras.

– Sembilan dari 10 badai termahal yang melanda AS (disesuaikan dengan inflasi) telah terjadi sejak akhir 1992. Yang lainnya, Andrew di No. 6, melanda pada Agustus 1992, menurut NOAA.

– Jumlah lahan yang terbakar oleh kebakaran hutan di AS telah lebih dari dua kali lipat dari rata-rata lima tahun: 3,3 juta hektar pada tahun 1992 menjadi 7,6 juta hektar pada tahun 2018.

– Luas rata-rata tahunan es laut Kutub Utara telah menyusut dari 4,7 juta mil persegi (12,1 juta kilometer persegi) pada tahun 1992 menjadi 3,9 juta mil persegi (10,1 juta kilometer persegi) pada tahun 2019, menurut Pusat Data Salju dan Es Nasional AS. Itu penurunan 17%.

– Lapisan es Greenland kehilangan 5,2 triliun ton (4,7 triliun metrik ton) es dari tahun 1993 hingga 2018, menurut sebuah studi dalam National Academy of Sciences.

– Lapisan es Antartika kehilangan 3 triliun ton (2,7 triliun metrik ton) es dari tahun 1992 hingga 2017, menurut sebuah penelitian di jurnal Nature.

– Permukaan laut global telah naik rata-rata 2,9 milimeter per tahun sejak 1992. Itu total 78,3 milimeter, atau 3,1 inci, menurut NOAA.

(Sumber: AP News)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *