Merasakan Nissan Juke Bermesin Monster dengan Tenaga Lebih dari 500 hp

Merasakan Nissan Juke Bermesin Monster dengan Tenaga Lebih dari 500 hp

All New Nissan Juke generasi ke-2 sebentar lagi diluncurkan, tepatnya pada 3 September 2019. Sebelum kita terkena euforia melihat All New Juke anyar itu, ada baiknya kita melakukan sedikit flash back, untuk melihat apa saja yang sudah dilakukan Juke generasi ke-1.

Dengan flash back dan mengamati kualitas Juke terdahulu, kita bisa dengan piawai menilai kualitas Juke terbaru, demi kepuasan batin dan juga fakta yang akurat.

Baiklah, cukup dengan latar belakang artikel ini. Sekarang mari masuk ke intinya: Nissan Juke R.

Ini merupakan varian Juke yang paling buas. Entah apa yang ada di pikiran engineer Nissan Eropa saat mereka membuat mobil ini.

Di dalam tubuh Nissan Juke R tertanam
mesin V6 3,8 liter twin turbocharged, dan mampu menghasilkan daya lebih dari 500 hp.

Mesin itu diambil dari “The Godzilla” mobil sport Nissan GT-R.

Melesat di Sentul dalam uji coba oleh jurnalis

Lebih dari itu, Juke R juga dilengkapi penggerak empat roda, dengan transmisi yang diletakkan di belakang kursi depan.

Terdengar familiar? Ya, transmisi di belakang adalah ciri khas sebuah GT-R, yang diadopsikan langsung kepada Nissan Juke R, lengkap dengan sistem all-wheel drive-nya.

Kembali ke pemikiran engineer Inggris tadi, kami hanya mengira-ngira, seseorang di sana pasti berpikiran, “Tanggung, bentuknya sudah radikal, kenapa tidak kita buat sekalian larinya juga gila?”

Mungkin seseorang yang lebih “gila” lagi mengatakan, “Hey, ide bagus. Bagaimana kalau kita cangkokkan mesin GT-R ke dalam situ?”

Dan yang paling “gila” adalah yang mengamini ide-ide tersebut. Gilanya lagi, Nissan Jepang tidak tahu kelakuan Nissan Eropa ini, hingga video pembuatannya beredar di dunia maya!

Nissan Juke R dibuat para engineer RML Motorsport di Inggris, dengan disupervisi oleh Nissan Europe.

Prototipe pertama lahir tahun 2012, dengan mengandalkan mesin milik Nissan GT-R 2011.

Saat ini, hanya ada empat unit Juke
R di dunia, dan Anda sedang melihat foto Juke R nomor 02.

Setelah videonya ditonton 2,3 juta orang, 22 minggu kemudian lahirlah Juke gendut, pendek, hitam, bervelg
besar, dan bertenaga badak ini.

Menurut klaim pembuatnya, Nissan Juke R melakukan akselerasi 0-100 kpj dalam 3,7 detik saja.

Perlu lebih dan sekadar kunci pas dan dongkrak untuk menghasilkan Nissan Juke R (kami menjulukinya Obelix, tokoh kartun dalam komik dan film Asterix).

Jok belakang dihilangkan dan diganti roll cage standar FIA (federasi mobil dunia).

Lantai kemudian diganti untuk mengakomodir performa. Firewall (dinding pembatas kabin dan ruang mesin) juga dimundurkan sebanyak 8 cm.

Setelah mesin terpasang, tantangan berikutnya adalah bagaimana membuang panas mesin. Di sinilah kenapa moncong Juke tampak menggelembung. Para engineer perlu mereplika sistem sirkulasi angin di depan, agar serupa dengan sirkulasi udara pada GT-R.

Berikutnya adalah bagaimana memasang transmisi dan sistem penggerak AWD. Ada perbedaan sumbu roda sebanyak 250 mm antara Juke dan GT-R. Walhasil, as kopel terpaksa harus dibuat ulang untuk mengakomodir pendeknya sumbu roda ini.

Perlu diingat, ada dua as kopel, satu untuk menggerakkan roda belakang, satu lagi menggerakkan roda depan.

Salah seorang engineer yang kami temui di Sentul saat uji coba mengatakan, hal yang paling kompleks saat perakitan justru bukan bagaimana memasukkan mesin dan penggerak. Melainkan bagaimana memasukan kabel-kabel GT-R ke dalam situ, dan harus bisa berfungsi.

“Perlu solder, laptop, dan kesabaran yang besar untuk mewujudkannya,” tegas sang engineer.

Instruktur yang mendampingi kami saat uji coba di Sentul memberikan banyak wejangan, namun yang kami ingat hanyalah, “Don’t break my baby!”

Dan kami pun hanya bisa tersenyum getir. Getir karena kami belum kenal dengan mobil ini.

Pengemudi merasa ditendang saat akselerasi

Begitu mobil bergerak, ternyata tidak serumit yang dibayangkan. ‘Obelix’ terasa ramah. Pedal gas pun diinjak sedalam-dalamnya, saat keluar dari area pit. Dan 545 hp tersebut seolah menendang badan saya secara spontan.

Sepersekian detik kemudian mobil sudah harus dibelokkan. Dan saat itu, baru kami sadari mobil ini mudah dikendalikan, meski wheelbase pendek dan atapnya tinggi.

Yang paling terasa adalah, bagaimana mobil ini menukik saat dilakukan pengereman dari kecepatan di atas 200 kpj (240 kpj tepatnya). Usut punya usut, distribusi bobotnya ternyata kurang begitu optimal. Mesin besar di depan membuat sekitar 70 persen bobot Juke R berada di depan.

Ada hal menarik lainnya dari mobil ini. Suara mesin maupun knalpotnya terasa biasa saja. Tentu ada suara mengaum dari konfigurasi V6. Tapi tidak seberapa.

Saat Anda berdiri di pinggir lintasan, yang terdengar adalah suara gemuruh angin yangterbelah dengan efektif oleh peranti aerodinamika yang terpasang di mobil.

Setelah terengah-engah dan berkeringat, usai sudah mencoba Juke “gila” ini. Beberapa hari kemudian, kami mencoba McLaren. Rasanya memang lebih luar biasa McLaren, namun wajar karena itu sebuah supercar. Ini Juke, dan rasanya seperti supercar.

Blarr!

(Artikel ini dicukil dari artikel serupa yang dimuat di majalah Ascomaxx, dengan penulis Indra Alfarisy)

(Foto: Ascomaxx)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *