Kantin ini Menolak Layani Banyak Pembeli, Walau Anda Memaksa

Kantin ini Menolak Layani Banyak Pembeli, Walau Anda Memaksa

Pengalaman menarik terkadang hadir tanpa diduga. Seperti yang dialami koresponden Autoblarr ketika berada di rumah sakit Hermina di bilangan Yasmin, Bogor, Jawa Barat, pada pertengahan November 2019.

Merasa perut perlu diisi sarapan, sang koresponden mencari kantin di rumah sakit itu, dan menemukannya di lantai 5. Suasana di sekitar kantin sudah ramai dengan pasien yang mengantre dokter namun belum mendapat panggilan. Saat itu, waktu menunjukkan jam 07.50 WIB alias jam delapan kurang sepuluh menit.

Dan tepat pada jam 07.50 sang koresponden memesan soto ayam kepada pramusaji kantin yang standby.

“Maaf belum buka Pak,” ujar sang pramusaji.

Agak heran juga mendengar jawaban itu. Sebab suasana sudah ramai dan sepertinya kantin sudah siap beroperasi dengan kue-kue dan bahan soto yang tertata rapih.

“Buka jam berapa?”

“Jam delapan Pak.”

Beberapa saat kemudian banyak orang yang datang ke kantin dan juga ingin dilayani, baik yang mau makan nasi maupun yang sekedar jajan kue. Namun jawabannya sama: belum buka.

Koresponden Autoblarr memilih duduk di salah satu kursi di kantin itu. Dan sekali lagi melihat kejadian menarik: jam delapan kurang satu menit ada seorang ibu dan anaknya yang ingin jajan namun ditolak, dengan alasan sama: belum buka, sebentar lagi jam delapan bukanya.

Hal ini tentu membuat rasa penasaran semakin membuncah di benak koresponden Autoblarr. Apakah benar-benar jam delapan pelayanan kantin itu dimulai?

Sambil terus memandang jam yang ada di ponsel, sang koresponden menunggu apa yang akan terjadi pada jam delapan yang sudah ditunggu “orang di seluruh dunia” di tempat itu.

Ketika waktu di ponsel koresponden Autoblarr tepat menunjukkan jam 08.00 WIB, terdengar suara dari sang pramusaji, “Pakk… Bapak mau makan apa? Soto yaa..?”

Blarr!!! Benar-benar jam delapan! Delapan teng!!!

Tidak kurang satu menit dan tidak lebih satu menit pun.

“Iyaa… Soto ayam Mbak…” jawab sang koresponden tenang, sambil membayangkan kuah hangat yang menyegarkan hati di pagi itu.

Selesai menyantap soto ayam, sang koresponden berkata kepada sang pramusaji, “Wah, hebat ya tadi, pas jam delapan.”

“Itu memang arahan dari Hermina-nya Pak. Buka jam delapan,” jawab sang pramusaji.

Okelahh… Selamat bekerja terus ya Mbak… Dan disiplin seperti itu boleh jadi adalah barang langka di Indonesia, sehingga bisa menjadi “atraksi” yang menarik.

Sekali lagi, Blarr!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *