Irmawan Poedjoadi, Eksekutif Otomotif Paling Keren yang Ingin Berhenti di Pantai

Irmawan Poedjoadi, Eksekutif Otomotif Paling Keren yang Ingin Berhenti di Pantai

Eksekutif perusahaan otomotif yang paling keren. Mungkin julukan itu cocok untuk seorang Irmawan Poedjoadi (62 tahun). Selain figurnya yang selalu tampak keren, Pak Wawan –demikian ia biasa disapa– juga selalu memimpin perusahaan yang keren.

Pernah memimpin Ferrari dan Maserati Jakarta (2005–2013), kini ia mengemban posisi Chief Executive Officer (CEO) Aston Martin Jakarta, sebuah dealer “mobil James Bond” yang identik dengan kemewahan. Posisi di Aston Martin ini diembannya sejak 2015.

Yang menarik, di saat yang bersamaan (2015 hingga awal 2019), ia juga memimpin dealer otomotif lain yang tak kalah kerennya, yakni McLaren Jakarta. Serupa dengan Aston Martin, brand McLaren pun identik dengan supercar mewah dan juga berasal dari Inggris.

Irmawan Poedjoadi pun boleh disebut eksekutif otomotif paling gaul di Indonesia. Ia sangat aktif di Instagram dan followernya telah mencapai 11.400-an orang. Boleh jadi pencapaian ini tidak tertandingi oleh eksekutif perusahaan otomotif lain di Indonesia.

Berlatar pendidikan sarjana dari sebuah universitas di Michigan, Amerika Serikat, Irmawan pun pernah menjadi pimpinan redaksi media massa.

Tentunya sangat menarik untuk berbincang dengan pria asal Surabaya yang gemar bakso dan mie ayam ini. Terlebih ketika sekarang ia menaungi Rio Haryanto (eks pembalap F1) dan David Tjiptobiantoro di dalam tim balap T2 Motorsports.

Apa saja impian yang dikejarnya bersama dua pembalap itu?

Dan masih banyak obrolan lain dengan sosok yang pernah pula memimpin usaha dealer kapal pesiar mewah ini. Apa makna hidup baginya? Dan apa rencananya di masa pensiun?

Ikuti perbincangannya berikut ini.

Apa kesibukan Anda sehari-hari saat ini?

Saat ini saya disibukkan dengan kegiatan baru sebagai team principal T2 Motorsports, dengan Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro sebagai drivernya. Kami saat ini sedang mengikuti ajang balap Blancpain GT World Challenge Asia, yang dilanjutkan dengan ajang Asian LeMans Series.

Ultimate goal kami adalah tembus ke ajang LeMans 24 Hours, sebuah balapan ketahanan paling bergengsi di dunia.

Balapan yang hanya berjarak sekitar tiga pekan dengan balap selanjutnya, membuat intensitas perjalanan saya untuk mengikuti race demi race cukup padat.

Di samping mengelola tim balap T2, seperti biasa, saya tetap menangani penjualan super car di Aston Martin.

Tentunya, waktu bersama keluarga juga menjadi sangat terbatas. Walaupun demikian, quality time dengan keluarga tetap sebagai prioritas saya.

Apakah Anda memandang kehidupan di Jakarta tergolong nyaman, bila dibandingkan dengan kota megapolitan lain di dunia?

Kota megapolitan memiliki karakteristiknya masing-masing. Bagaimana pun juga, karena terbiasa tinggal di kota Jakarta, saya merasa lebih nyaman di Jakarta.

Apabila untuk berkunjung, tentu banyak kota yang indah dengan kelebihannya masing-masing. Tetapi untuk tinggal, saya lebih nyaman di Jakarta, karena lingkungan yang sudah kita ketahui.

Apakah pernah pernah terlintas di benak Anda untuk tinggal di pedesaan yang damai dan pensiun dari hiruk pikuk kehidupan kota?

Ya, saya berpikiran, di masa pensiun bisa tinggal di pinggir pantai dan mengelola resort. Di Indonesia kan banyak sekali pantai yang indah, jadi saya ingin ikut mengembangkan tourisme di Indonesia.

Apa makna hidup ini menurut Anda?

Makna kehidupan bagi saya adalah mencari kebahagiaan dan berguna bagi banyak orang.

Rajin bersepeda dan mengkonsumsi makanan sehat

Bila diminta untuk memilih prioritas, Anda memilih uang atau kesehatan?

Uang dan kesehatan adalah dua hal yang berkaitan, namun sangat berbeda satu dengan lainnya.

Menurut saya, uang dan kesehatan bukanlah pilihan, melainkan sesuatu yang harus kita jaga keseimbangannya, sehingga memperoleh keseimbangan hidup. Seperti layaknya yin dan yang.

Anda selalu aktif dan seolah tak kenal lelah. Bagaimana cara Anda menjaga kesehatan? 

Saya menjaga kesehatan tentunya dengan konsisten berolahraga dan menjaga pola makan sehat.

Apakah Anda pernah terpuruk? Dan bagaimana cara Anda bangkit?

Setiap kehidupan itu ada dinamikanya. Di setiap kondisi kehidupan kita harus selalu tabah dan tidak boleh putus asa, serta selalu besyukur dengan berdoa untuk mendapatkan ridho dari Yang Maha Kuasa, agar apa yang kita lakukan mendapat berkah.

Selain itu, bekerja keras melihat peluang-peluang yang bermanfaat. Kita juga harus konsisten, persisten, dan fokus. Kita harus punya mimpi besar dan berdoa agar mimpi kita terwujud menjadi kenyataan.

Pekerjaan Anda tampak menyita banyak waktu. Bagaimana cara mengatur kebersamaan dengan keluarga?

Saya lebih berfokus kepada quality time dibanding dengan quantity-nya. Saling berkomunikasi di mana pun saya berada menjadi kunci keharmonisan keluarga kecil kami.

Anda dikenal sangat aktif di Instagram dan memiliki follower banyak.

Hahaha… Instagram itu untuk hiburan saja…

Bersama keluarga kecilnya

Anda telah berpuluh tahun bekerja di bidang otomotif, dari mengurusi mobil biasa hingga mobil super mewah. Apa perbedaan paling signifikan di antara konsumen mobil mewah dibanding konsumen mobil biasa?

(Sebelum menangani dealer mobil mewah, Irmawan sempat memimpin dealer Chevrolet dan Subaru pada 2000–2004)

Pada dasarnya, konsumen mobil biasa dengan mobil mewah sama saja. Mereka memiliki demand-nya masing-masing. Pelayanan prima menjadi pegangan saya, siapa pun konsumennya.

Lebih enak mengurus konsumen mobil biasa atau konsumen mobil mewah?

Pelayanan yang saya beri tidak saya bedakan. Mobil biasa maupun mobil mewah sama saja. Kunci sukses menjual mobil adalah mengerti dan memberi service yang maksimal kepada konsumen.

Apa makna pergaulan bagi Anda saat ini. Apakah lebih untuk menunjang pekerjaan atau lebih kepada kepuasan batin?

Pergaulan luas adalah kepuasan batin bagi saya. Dan di saat bersamaan sangat menunjang urusan bisnis, karena networking adalah kunci utama dalam berbisnis.

Anda pernah bekerja di bidang media, sebagai pemimpin redaksi Autocar Indonesia (2005–2012). Apakah pengalaman di media punya peran dalam pekerjaan Anda sekarang?

Saya pernah memimpin redaksi media otomotif selama 7 tahun. Saya banyak menggali pengalaman dari media tersebut dan juga dari jurnalis yang pintar dan berpengalaman. Pengalaman tersebut sangat berguna dalam bisnis saya saat ini.

Ingin Rio dan David masuk ajang LeMans 24 Hours

Anda kini kerap terlihat bersama Rio Haryanto. Kegiatan apa yang sedang Anda lakukan bersamanya?

Saat ini saya menjabat sebagai team principal T2 Motorsports di mana Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro menjadi pembalapnya.

Kami ingin mewujudkan cita-cita anak bangsa di kancah balapan internasional dan diakui dunia.

Pada saat ini, kami sedang mengikuti ajang balap Blancpain GT World Challenge Asia, yang dilanjutkan dengan ajang Asian LeMans Series.

Seperti saya sebut sebelumnya, ultimate goal kami adalah tembus ke LeMans 24 Hours, di mana belum ada orang Indonesia yang mengikuti ajang balap bergengsi di dunia tersebut. LeMans 24 Hours merupakan ajang yang tidak kalah pamor dengan F1 dan diikuti oleh pembalap-pembalap ex-F1.

Inilah jadwal balapan yang diikuti Irmawan dan tim T2 Motorsports

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *