BMW 507 Elvis Presley, Salah Satu Restorasi Terbaik Mobil Klasik

BMW 507 Elvis Presley, Salah Satu Restorasi Terbaik Mobil Klasik

Momen kelahiran kembali adalah pencapaian paling spektakuler dalam dunia mobil klasik. Penemuan unit, pencarian jejak sejarah, dan proses restorasi merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan.

Namun tanpa didukung dedikasi serta komitmen yang penuh, sepertinya semua akan berjalan sia-sia. Jika Anda ingin mengetahui bagaimana perjalanan hidup sebuah mobil klasik menawan yang punya sejarah menarik, maka ini adalah salah satu kisah restorasi terbaik mobil klasik.

Satu unit BMW 507 ini pernah digunakan oleh pembalap legendaris Hans Stuck, dan juga pernah dimiliki oleh raja rock and roll Elvis Presley. Spesifikasi BMW 507 ini adalah warna bodi feather white, mesin V8 aluminium 3,2 liter bertenaga 150 hp, velg dengan sistem penguncian centre-lock, interior dengan kombinasi warna hitam dan putih, serta radio BecCker Mexico.

Pada musim panas tahun 2014, BMW 507 tersebut pernah ditampilkan di BMW Museum dengan tema ‘Unrestored Discovery’. Namun timbul pertanyaan dari banyak pihak, benarkah mobil ini pernah menjadi milik Elvis Presley? Apa mungkin mobil ini bisa direstorasi secara sempurna?

Semua bermula saat BMW merilis 507 di Frankfurt International Motor Show 1955. Spontan para selebrita di masa itu pun terpikat dengan sosok roadster tersebut. Alain Delon, Ursula Andress, hingga John Surtees adalah beberapa nama yang berhasil membawa BMW 507 menjadi sebuah simbol status, tentu saja tak ketinggalan Elvis Presley.

“Kesempatan untuk membawa kembali BMW 507 yang pernah dimiliki Elvis Presley ini ke Munich untuk direstorasi total sesuai harapan pemilik terakhir, Jack Castor, adalah mimpi yang terwujud bagi kami semua,” ujar Urich Knieps, Head BMW Group Classic.

Saat BMW ini ditemukan, kondisinya benar-benar menyedihkan. Meski secara fisik masih lengkap, namun roadster ini sudah tidak lagi memiliki mesin dan transmisi aslinya, bahkan as roda belakang tidak diketahui asal-usulnya. Karat pun telah memakan seluruh panel lantai, joknya hancur, dan panel instrumen telah lenyap.

Teka-teki misterius mobil ini mulai terpecahkan saat seorang junalis otomotif, Jackie Jouret, sedang menggali setiap informasi yang terkait dengan BMW 507 ex-Elvis Presley ini mulai dari sejarah, literatur, hingga fotonya. Saat sedang mengumpulkan beberapa informasi, ia baru menyadari bahwa BMW yang dibeli oleh Elvis tersebut bukanlah unit baru dari showroom, namun sebuah mobil yang pernah digunakan oleh Hans Stuck untuk mengikuti sejumlah event balap sepanjang bulan Mei hingga Agustus 1958, di Jerman, Austria, dan Swiss.

Sempat dilarikan di arena balap sebelum dibeli Elvis

Fakta lain yang berhasil diverifikasi adalah BMW 507 bernomor chassis 70079 ini keluar dari jalur perakitan pada 13 September 1957 dan langsung dipamerkan di Frankfurt International Motor Show 1957. Bahkan sejumlah jurnalis dari beberapa media pun menggunakan mobil berplat nomor M-JX 800 ini untuk keperluan test drive. Lalu di awal bulan Oktober 1957, Hans Stuck mempresentasikan mobil ini di London Motor Show, selanjutnya dibawa menuju
Turin Motor Show.

Bahkan di musim panas 1958, mobil ini pun sempat membintangi film Hula Hopp Conny, bersama Cornelia Froboess dan Rudolf Vogel.

BMW 507 ini selalu dirawat di bengkel resmi BMW, terlebih seusai Hans Stuck mengikuti balap. Musim gugur tahun 1958, mesinnya pun sempat mengalami upgrade dan transmisinya diganti dengan unit baru, saat mobil ini berada di salah satu bengkel resmi BMW di Frankfurt. Kebetulan tepat di waktu yang sama, Elvis Presley yang saat itu baru berusia 23 tahun tengah mengikuti program wajib militer di Angkatan Darat Amerika dan ditempatkan di Jerman. la sempat mampir ke dealer BMW tersebut dan mencoba BMW 507.

Elvis begitu kagum dan memutuskan untuk membeli BMW itu. Ia selalu mengendarai BMW ini dari rumahnya di Bad Nauheim menuju markas Angkatan Darat Amerika di Friedberg. Penggemar Elvis yang mayoritas adalah wanita, seringkali membuntuti dan sengaja meninggalkan rona lipstik kecupan bibir pada bodi BMW 507 tersebut. Memang pengalaman ini wajar didapatkan oleh seorang bintang rock and roll saat itu, namun di sisi lain rupanya membuat Elvis yang sedang bertugas sebagai seorang anggota militer merasa malu ketika noda merah tersebut dilihat oleh rekan-rekannya. Akhirnya ia pun memutuskan agar BMW
507 ini dicat dengan warna merah.

Di bulan Maret 1960, Elvis Presley menyelesaikan program wajib militernya dan harus kembali ke Amerika. Tentu saja BMW 507 yang sudah berwarna merah itu pun dibawanya pulang ke negeri Paman Sam. Sayangnya setelah beberapa bulan digunakan, ia justru menukar BMW miliknya itu dengan Chrysler baru di New York.

Dealer Chrysler itu pun menjualnya lagi dengan harga yang sangat murah kepada seorang penyiar radio, Tommy Charles. Sejak saat itulah kekacauan mulai timbul. Tommy Charles membawa BMW 507 miliknya menuju kota Birmingham, Alabama, dan digunakan untuk event balap.

Mesin V8 aluminium bawaan pabrik BMW digantinya dengan mesin V buatan Chevrolet. Karena dimensi mesin Chevrolet yang jauh lebih besar, maka struktur rangka bagian depan pun sebagian dipotong. Lalu transmisi dan as roda belakang turut diganti, termasuk panel instrumen pada dashboard.

Tommy Charles berhasil memenangkan salah satu seri balapan di Daytona Beach, Florida, bersama BMW 507 modifikasinya itu. Tak cukup sampai di situ, ia dan BMW 507 miliknya itu sering mengikuti seri balap lainnya sebelum akhirnya ia menjual mobil eks Elvis Presley tersebut di tahun 1963.

Setelah sempat pindah kepemilikan sebanyak dua kali, akhirnya BMW 507 ini tiba di California saat Jack Castor membelinya di tahun 1968. la sesekali menggunakannya sehari-hari sebelum akhirnya ia simpan di gudang dan berencana untuk direstorasi secara bertahap. Jack Castor adalah seorang engineer pesawat terbang yang tinggal di kota Half Moon Bay, California. la pun seorang kolektor dari beragam mobil klasik dan sepeda antik.

Jack Castor menyimpan BMW itu dan mengumpulkan segala catatan penting dari BMW 507 itu selama bertahun-tahun lamanya hingga ia pensiun dari pekerjaannya. Sampai pada suatu ketika ia membaca salah satu artikel yang ditulis oleh Jackie Jouret, terkait dengan BMW 507 bekas Elvis Presley. la pun mengirim surat yang menyatakan bahwa BMW 507 70079 adalah miliknya, sekaligus mengundang Jackie Jouret untuk melihat langsung mobil tersebut dan koleksi mobil klasik miliknya yang lain yang tersimpan di antara tumpukan labu di dalam gudang.

Jackie Jouret pun memenuhi undangan
Jack Castor untuk melihat langsung BMW 507 di gudangnya. Untuk memastikan bahwa BMW 507 yang berada di gudang labu itu memang mobil yang pernah dimiliki Elvis Presley, Jackie harus melihat langsung nomor chassis. Seraya Jack memegang tali untuk menahan kap mesin, Jackie pun meringkuk ke dalam ruang mesin. Akhirnya dipastikan bahwa inilah 70079 yang misterius itu.

Jackie Jouret pun menghubungi BMW Group Classic untuk memberitahu bahwa BMW 507 bekas Elvis Presley telah ditemukan. Awalnya Jack Castor  sama sekali tidak tertarik untuk menjualnya, namun setelah beberapa kali melakukan diskusi dengan Klaus Kutscher and Axel Klinger-Köhnlein, pakar restorasi mobil klasik dari BMW Group Classic selama beberapa tahun, akhirnya kesepakatan pun tercapai.

BMW Group Classic diperbolehkan membeli BMW 507 70079 ini, namun harus direstorasi secara otentik sesuai rencana semula Jack Castor.

Di musim semi tahun 2014, 70079 dikirim menuju Jerman dengan menggunakan kontainer, bersama semua suku cadang yang telah dikumpulkan oleh Jack Castor. Setibanya di Munich, Jerman, BMW 507 70079 ini dipamerkan di BMW Museum dan selanjutnya masuk ke fasilitas khusus BMW Group Classic guna proses restorasi yang panjang.

Dipamerkan dalam warna merah sebelum direstorasi

Penguraian panel bodi yang tadinya direncanakan selama 2 hari pun menjadi seminggu penuh. Cat bodi pun dilepas menggunakan cairan asam dan alkalin. Semua komponen mekanis dan interior pun ikut ditanggalkan.

Banyak komponen yang harus dibuat kembali, karena stok suku cadang BMW 507 memang amat terbatas, bahkan di gudang BMW Group Classic sekalipun. Pembuatan komponen yang melibatkan tangan terampil para pengrajin pun tak terelakkan, meski tentu dipandu dengan prosedur produksi yang sesuai dengan standar modern.

Panel instrumen dibuat secara presisi, komponen interior yang menggunakan material kulit pun dibuat secara cermat dengan acuan dari foto dan katalog BMW tahun 1950-an. Material sabut kelapa yang digunakan sebagai bagian
dalam jok pun diganti baru, seiring dengan rekonstruksi struktur jok.

Tuas putaran kaca pintu dan handle pintu yang sudah hancur, dibuat melalui proses 3D printing berteknologi canggih, sehingga tingkat akurasinya sesuai dengan dimensi asli.

Mesin V8 3,2 liternya juga dirakit kembali dengan menggunakan suku cadang asli ataupun dengan komponen rekondisi yang sesuai dengan spesifikasi orisinal BMW 507. Struktur rangka bagian depan yang pernah dipotong sebagian demi mesin V8 Chevrolet, kini direproduksi dengan sudut geometri sesuai aslinya dan terintegrasi dengan struktur lantai bodi.

Ruang mesin dikembalikan sesuai aslinya

Semua komponen struktur atap soft top juga dibuat ulang dengan menggunakan material dan metode pemasangan sesuai aslinya. Hingga tahap ini, BMW Group Classic tidak mau ada kompromi dengan orisinalitas. BMW 507 ini dikembalikan ke warna aslinya dan seperti keinginan Jack Castor, yakni feather white.

Namun sedikit lagi proses restorasi ambisus ini selesai, Jack Castor justru menghembuskan napas terakhirnya di usia yang ke-77 pada November 2014, hanya beberapa saat sebelum wujud BMW 507 70079 ini sempurna.

BMW 507 yang sempat “menghilang” dari muka bumi selama hampir 50 tahun dan selama itu pula telah dianggap musnah, kini telah dilahirkan kembali.

BMW Group Classic melakukan restorasi secara intensif selama hampir 2 tahun lamanya sesuai impian Jack Castor. BMW 507 ini ditampilkan di Pebble Beach Concours d’Elegance di California, Amerika, pada 21 Agustus 2016 silam, dengan kondisi yang sama persis dengan keadaannya saat dibeli oleh Elvis Presley pada 20 Desember 1958.

(Artikel ini diadaptasi dari artikel serupa yang pernah dimuat di majalah Ascomaxx dengan penulis Aldi Prihaditama)

(Foto-foto: BMW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *