Bincang Politik, Nyanyi, Hingga Kenapa Jane Shalimar Enggan Menikahi Public Figure (Lagi)?

Bincang Politik, Nyanyi, Hingga Kenapa Jane Shalimar Enggan Menikahi Public Figure (Lagi)?

Jane Shalimar, nama tenar di belantara dunia keartisan Indonesia. Nama itu begitu bagus dan mengesankan. Enak diingat, sekaligus enak disebut.

Pemilik nama itu adalah seorang wanita bertinggi badan 162 cm kelahiran tahun 1980. Ia cantik, apalagi di masa remajanya. Bernama lengkap Jane Shalimar Jashkilka, ia mengawali karier di depan kamera pada tahun 1987 ketika ditawari casting iklan. Pada tahun yang sama, Jenny –panggilan akrabnya– terpilih menjadi cover girl favorit pilihan pembaca majalah Aneka.

Putri pasangan H. Dicky Sadikin dan Hj. Isye Faiza ini kemudian di dikontrak secara eksklusif oleh Multivision Plus. Sinetron yang pernah dibintanginya antara lain, Padamu Aku Bersimpuh, Jalan Keadilan, Selendang Sutra Biru, dan Istri Pilihan; serta FTV Selebritis Juga Manusia, Kasih, dan Cinta yang Hilang.

Selepas kontrak eksklusif, sulung tiga bersaudara ini menjadi penyiar di Radio Indika, dan kemudian menjadi presenter. Acara yang pernah dipandunya antara lain, Bowling Blitz, La Liga RCTI, dan A Mild Billyard.

Sejak tahun 2009, Jane Shalimar aktif di sebuah partai politik dan sempat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pusat. Hingga kini ia masih aktif di partai politik, dan bersama rekannya sesama aktivis partai, Elisya Olive, mendirikan Knife and Roses (KNR) sebuah kelompok bernyanyi lintas profesi. Anggotanya ada yang artis, pegawai negeri sipil, hingga penyanyi profesional. Kegiatannya adalah bernyanyi secara online di aplikasi Smule sing karaoke atau nyanyi bareng saat kopi darat.

Adapun soal kehidupan pribadinya, Jane sempat menikah dengan Vebryanto Indra Kusuma Jahja pada 2004, namun tidak berumur panjang. Ia mengugat cerai suaminya dua tahun kemudian. Anak semata wayang mereka, Muhammad Zarno, diasuh oleh Jane. Selanjutnya kedekatan Jane dengan Didi Mahardika –anak Rachmawati Soekarnoputri– dan Iko Uwais pun sempat menyeruak ke khasanah gosip publik.

Kami berbincang dengan wanita berdarah Arab ini untuk mengetahui kabar terakhir Jane Shalimar. Berikut ini petikan obrolan yang berlangsung pada 12 Januari 2020.

Apa kesibukan Anda sekarang?

Kesibukan sekarang masih di partai dan kegiatan sosial bersama Oke Oce Peduli.

Apa kabar anak semata wayang Anda? Berapa usianya dan bagaimana interaksi Anda dengannya di sela kesibukan Anda?

Anakku usianya 14 tahun saat ini. Alhamdulillah interaksi dia denganku sangat baik. Aku selalu menjaga komunikasi yang intens dengan anak.

Anak Anda tampak seperti anak bule. Apakah Anda punya leluhur bule?

Almarhum papa USA alias Urang Sunda Asli, hehehe… Papa memang perawakannya seperti bule, jadi (bulenya anakku) nurun dari opanya.

Jane bersama sang anak

Anda kini memiliki wadah baru dalam bersosialisasi, yakni grup bernyanyi Knife and Roses (KNR). Kabarnya Anda bersama Elisya Olive merintis KNR. Apa motivasi Anda dengan KNR?

Motivasinya untuk seseruan aja dan menambah teman. Berhubung kami semuanya adalah orang-orang yang bekerja, jadi bertemunya di Smule, hehehe…

Apakah KNR bagian dari manuver Anda di dunia politik?

Hahaha…nggak laaah… pure for fun aja…

Menurut Anda, pada kontestasi politik tahun 2024 mendatang, akan muncul presiden muda atau tokoh lama?

Di masa mendatang, rakyat menginginkan adanya perubahan atau refreshment di dalam kehidupan. Pastinya tokoh-tokoh muda pun memiliki chance untuk maju, semoga presiden pun demikian.

Kita melihat belakangan ini semakin banyak artis yang terjun ke dunia politik. Apakah income di dunia politik lebih besar dibanding menjadi artis? Atau ada motivasi lain?

Yang namanya artis atau public figure pasti memiliki magnet tersendiri bagi masyarakat. Itulah yang digunakan oleh partai untuk menarik sebanyak mungkin orang untuk menjadi kader partai tersebut. Kalau ngomongin income, itu relatif. Semua kembali lagi ke niat dan tujuan masing-masing.

Anda sempat memuat foto di Instagram yang memperlihatkan Anda sedang mengunjungi lokasi bekas banjir. Anda sedang membuat pencitraan? Atau memang panggilan hati?

Sejak tahun 2006 aku menjadi relawan sosial, dan selalu bergabung dengan Dompet Dhuafa, BNPB, dan lain-lain, karena bagiku lebih penting untuk menjadi manfaat bagi orang lain daripada memanfaatkan keadaan saat orang lain sedang kesusahan. Jadi aku pencitraannya ke Allah aja… Aku paling anti setting-setting-an.

Jane bersama Elisya Olive

Apa target Anda di dalam politik?

Target dalam politik kepengennya mengincar posisi eksekutif, itu salah satu impianku. Tujuannya tidak lain supaya bisa lebih menjadi manfaat untuk lebih banyak orang di kemudian hari. Tapi aku sadar untuk menuju kesana harus lebih banyak belajar dan juga lebih peka terhadap apa yang terjadi di sekeliling.

Beralih ke hal lain, apakah Anda merasa memiliki suara yang bagus dalam bernyanyi?

Well… suaraku biasa-biasa aja lah… Alhamdulillah pitch controlling-nya lumayan baik.

Bila Jane Shalimar menjadi seorang penyanyi, ia bernyanyi untuk kepuasan pribadi atau untuk menghibur orang lain?

Kedua-duanya… Setidaknya tau diri lah, jangan sampe pas aku nyanyi, audience-nya malah pada sakit telinga, hahaha…

Kegagalan dalam pernikahan dialami banyak orang, termasuk Anda. Kemudian Anda juga pernah memiliki hubungan dengan Didi Mahardika dan Iko Uwais. Namun kemudian Anda memilih menikah untuk ketiga kalinya dengan pria yang tidak dikenal (bukan figur publik). Apa yang sebenarnya diharapkan seorang Jane Shalimar dari seorang pria?

Aku menikah dua kali, dengan papanya Zarno dan kemudian dengan Didi. Untuk persiapan pernikahanku yang sekarang (ketiga) memang dia bukan berasal dari dunia selebritis. Aku mengharapkan kenyamanan dan ketenangan dalam hidup. Yang penting dia pekerja keras, mau bersama-sama dalam meniti dan menata kehidupan dari nol, dan mau menerima aku dan anakku apa adanya, dengan segala kekuranganku.

Adakah filosofi hidup seorang Jane Shalimar yang selalu Anda pegang teguh sejak dulu?

Kembali lagi, filosofi hidupku sejak dulu adalah bisa menjadi manfaat bagi orang lain.

Anda membayangkan masa depan seperti apa yang Anda anggap ideal secara pribadi?

Masa depan ideal untuk aku, hmm… memiliki bisnis yang dikerjakan bersama suami, banyak memiliki waktu untuk jalanin hobby. Aku dan anak hobby-nya diving. Sedangkan calon suami hobby-nya riding. Jadi kita punya cita-cita mau riding ke luar kota yang bisa sekalian diving juga.

Bila ada orang mengatakan kepada Anda bahwa Bumi ini tidak bulat, melainkan datar, apa tanggapan Anda?

Hahahaha… suka-suka dia lah… nggak sepenting itu juga harus dipikirin kan? hahaha…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *