Benarkah Wabah Virus Corona di Wuhan Akibat Ulah CDC Amerika?

Benarkah Wabah Virus Corona di Wuhan Akibat Ulah CDC Amerika?

Muncul sebuah posting di Facebook yang mengklaim virus Corona di China dibuat oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada tahun 2015. Posting itu menyertakan informasi paten sebagai bukti.

Menurut kantor berita AFC, Centers for Desease Control and Prevention (CDC) memang mendaftarkan paten, tetapi dalam upaya untuk memerangi strain yang berbeda dari yang menyebabkan wabah Corona yang dimulai di kota Wuhan, China.

Posting di Facebook bertanggal 21 Januari 2020 itu mengklaim bahwa virus Corona yang baru-baru ini ditemukan di Wuhan, China, adalah ‘hasil laboratorium yang dibuat dan dipatenkan pada tahun 2015 oleh CDC’.

Posting itu dibagikan lebih dari 4.000 kali dan menyebar lebih luas melalui posting-posting peniru.

Namun, posting itu ternyata menyesatkan. Sebab didasarkan pada asumsi bahwa hanya ada satu virus Corona. Padahal itu adalah keluarga virus, yang bisa menginfeksi manusia dan hewan, untuk kemudian menyebabkan pneumonia, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Paten yang disebutkan dalam posting keliru itu adalah untuk urutan genom dari virus Corona yang muncul di provinsi Guangdong, China, pada 2002-2003, yang dikenal sebagai SARS Corona Virus (SARS-CoV).

Virus itu menyebabkan epidemi Sindrom Pernafasan Akut Parah yang menyerang lebih dari 8.000 orang di 30 negara dan menewaskan 900 orang, demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kantor berita AFP telah melakukan cek fakta dan memastikan virus Corona yang mengguncang China sejak akhir Desember 2019 tidak diciptakan oleh agen pemerintah AS.

“Ini adalah paten yang mencakup urutan SARS-CoV 2003 yang berbeda 25 persen dibandingkan dengan Wuhan CoV,” ujar Ralph Baric, ahli virus Corona di University of North Carolina’s Gillings School of Global Public Health kepada AFP.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab mengembangkan vaksin di AS, CDC sering menjadi target disinformasi, termasuk tuduhan palsu bahwa CDC telah menginfeksi 98 juta orang Amerika dengan kanker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *