3 Cara Merawat Radiator Biar Awet Tergantung Oli Mesin yang Dipakai

3 Cara Merawat Radiator Biar Awet Tergantung Oli Mesin yang Dipakai

Masalah menjaga suhu mesin agar tidak overheat bukan hanya soal radiator. Ternyata terkait pula dengan kinerja oli mesin itu sendiri. Bagaimana cara kita memilih olinya?

Sementara itu, radiator merupakan komponen yang rentan bermasalah, karena letaknya terdepan dan bekerja sepanjang waktu bersama mesin. Di iklim tropis seperti Indonesia, mobil hampir tidak bisa beroperasi tanpa radiator yang prima. Berikut ini 3 cara merawat radiator (sebenarnya menjaga suhu mesin) yang salah satunya terkait dengan oli mesin.

1. Kualitas oli mesin sangat menentukan kinerja mesin. Selain membuat gesekan (friksi) berbagai komponen mesin bisa diredam, oli yang bagus juga lebih mampu mendinginkan mesin. Walhasil, kinerja radiator pun terbantu alias tidak akan terjadi panas berlebihan (overheat) pada mesin dan radiator itu sendiri.

Menurut pengalaman koresponden Autoblarr, suatu ketika memakai oli mesin dengan indeks API (American Petroleum Institute) SJ membuat mobil yang sudah berusia tujuh tahun mengalami overheat. Ketika oli diganti dengan yang ber-API kode SN, masalah overheat tidak terjadi lagi.

Menurut keterangan dari laman API.org, pemilik kendaraan harus merujuk kepada buku manual untuk memilih oli mesin. Jika buku manual mobil meminta oli API SJ atau SL, silakan mengikutinya. Namun, oli dengan API SN akan memberikan perlindungan penuh.

Pengkategorian API bertambah lagi dengan API SN Plus yang dimulai pada tahun 2017. Kemampuan atau performa oli SN Plus hingga saat ini masih merupakan yang tertinggi. Kita dapat melihat kode API pada kemasan oli yang kita beli.

2. Selain faktor oli mesin, cara merawat radiator juga dipengaruhi oleh coolant yang digunakan. Periksa dengan rutin (tiga hari sekali) cadangan air coolant di dalam tabung reservoir. Bila terlihat kerap berkurang secara signifikan, maka kemungkinan ada masalah. Langkah pertama, ganti coolant dengan merek lain. Bila air cadangan radiator masih terus berkurang, maka perlu ke bengkel radiator terbaik untuk melihat apakah ada kebocoran radiator.

3. Langkah berikutnya adalah memeriksa kinerja kipas radiator. Apakah masih maksimal atau sudah melemah. Bila sudah melemah, maka perlu dipertimbangkan untuk mengganti motor penggeraknya. Namun, bila kipas masih bekerja maksimal namun tetap overheat, datanglah ke bengkel radiator untuk memeriksa kemungkinan adanya kebocoran.

Selamat merawat mobil Anda. Blarr!

(Foto: Newspress)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *